Kamis, 24 Oktober 2013

Posted by Ai Rahmawati | File under :

Fungsi Bahasa
Dalam literatur bahasa, para ahli umumnya merumuskan fungsi bahasa bagi setiap orang ada 4, yaitu :  
1). Sebagai alat berkomunikasi 2). Sebagai alat mengekspresikan diri 3). Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi social 4). Sebagai alat kontrol sosial
Ragam Bahasa dan Laras Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terjadi karena pemakaian bahasa. Ragam bahasa dapat dibedakan berdasarkan media pengantarnya dan berdasarkan situasi pemakaiannya. Berdasarkan media pengantarnya, ragam bahasa dapat dibedakan atas dua macam, yaitu ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis. Berdasarkan situasi pemakaiannya, ragam bahasa dapat dibagi atas tiga macam, yaitu ragam formal, ragam semi formal dan ragam non formal.
Perbedaan ragam lisan dan ragam tulis :
Ragam Lisan 
1). Menghendaki adanya orang kedua, teman berbicara yang berada di depan pembicara 2). Unsur-unsur fungsi gramatikal, seperti subjek, predikat dan objek tidak selalu dinyatakan. Unsur-unsur itu kadang-kadang dapat ditinggalkan. Hal ini disebabkan oleh bahasa yang digunakan itu dapat dibantu oleh gerak, mimik, pandangan, anggukan, atau intonasi. 3). Sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang, dan waktu. 4).  Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya dan panjang pendeknya suara
Ragam Tulis 
1). Tidak mengharuskan adanya teman bicara berada didepan 2). Ragam tulis perlu lebih terang dan lebih lengkap daripada ragam lisan. Fungsi-fungsi gramatikal harus nyata karena ragam tulis tidak mengharuskan orang kedua berada didepan pembicara. Kelengkapan ragam tulis menghendaki agar orang yang diajak bicara mengerti isi tulisan itu. 3). Tidak terikat oleh situasi, kondisi, ruang, dan waktu. 4). Dilengkapi dengan tanda baca, huruf besar, dan huruf miring.
Ragam Baku dan Tidak Baku
Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakaiannya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya.
Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku.
Sifat-sifat Ragam Baku : 
1). Kemantapan dinamis (sesuai dengan kaidah bahasa dan tidak kaku). 2). Cendekia (ragam baku bersifat cendikia karena ragam baku dipakai pada temapat-tempat resmi. Pewujud ragam baku ini adalah orang-orang yang terpelajar. Hal ini dimungkinkan oleh pembinaan dan pengembangan bahasa yang lebih banyak melalui jalur pendidikan formal (sekolah). Disamping itu, ragam baku dapat dengan tepat memberikan gambaran apa yang ada dalam otak pembicara atau penulis. Selanjutnya, ragam baku dapat memberikan gambaran yang jelas dalam otak pendengar atau pembaca). 3). Seragam (ragam baku bersifat seragam, pada hakikatnya proses pembakuan ialah proses penyeragaman bahasa. Dengan kata lain, pembakuan bahasa adalah pencarian titik-titik keseragaman).
Ragam Baku Tulis dan Ragam Baku Lisan
Ragam baku tulis adalah ragam yang dipakai dengan resmi dalam buku-buku pelajaran atau buku-buku ilmiah lainnya. Pemerintah sekarang mendahulukan ragam baku tulis secara nasional. Usaha itu dilakukan dengan menerbitkan masalah ejaan bahasa Indonesia, yang tercantum dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD). Ukuran dan nilai ragam baku lisan bergantung pada besar atau kecilnya ragam daerah yang terdengar dalam ucapan. Seseorang dapat dikatakan berbahasa lisan yang baku kalau dalam pembicaraannya tidak terlalu menonjol pengaruh logat atau dialek daerahnya.
Ragam Sosial dan Ragam Fungsional
Baik ragam lisan maupun ragan tulis bahasa Indonesia ditandai pula oleh adanya ragam sosial, yaitu ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil.

Referensi
Amando, M. 1962. Uraian Kalimat dan Kata-kata. Djakarta : Pustaka Rakyat. 
Tera, R.I. 2010. Panduan Pintar EYD. Yogyakarta: Indonesia Tera. 
http://id.wikisource.org/wiki/Pedoman_Umum_Ejaan_Bahasa_Indonesia_yang_Disempurnakan
Munaf, Husen. 1947. Tata Bahasa Indonesia. Edisi Kedua 1951. Djakarta : Fasco. 
Chamdijah, Sitti. 1970. Teori Bahasa Indonesia. Djakarta : Gadjah Mada.
 

0 komentar:

Poskan Komentar